SPEEDY PERSONAL vs SPEEDY TIME-BASED
Mei 29, 2007 oleh sonny
Telkom telah lama meluncurkan 3 paket dalam lini produk Speedy: paket Warnet, Office dan Personal. Ketiganya dirilis berdasarkan kuota (quota-based access). Paket Warnet dan Office mempunyai kuota tak terbatas dan dihargai masing-masing Rp 2 juta dan Rp 750 ribu per bulan. Paket Personal hanya berharga Rp 200 ribu per bulan dengan kuota bulanan 1 Gigabyte (GB) atau setara dengan 1000 Megabytes (MB).

Meteran-nya SpeedyPersonal
Baru-baru ini, dirilis paket Speedy Time-based. Konsumen bisa berselancar 50 jam / bulan dengan membayar Rp 200 ribu per bulan. Klik disini untuk melihat lini produk speedy
Sebenarnya paket Speedy Time-based ini agak aneh. Pertama, dengan berlangganan Speedy Personal saja, saya memperkirakan pengguna bisa mengakses internet selama 150 jam atau 5 jam sehari. Ini berdasarkan asumsi maksimal bahwa selama satu jam mengakses, seorang pengguna menghabiskan / menggunakan 6,6 MB. Itu di luar aktivitas download files yang lebih besar dari 1 MB (audio, video & program aplikasi).
Asumsi 6,6 MB adalah perkiraan optimistik atau maksimal untuk pengguna internet yang cukup mahir menggunakan komputer. Pengguna semacam ini lihai dan gesit dalam menggunakan mouse dan hafal shortcut-shortcut penting, seperti CTR+C, CTR+X, CTR+Y.
Sementara, pengguna awam yang terbiasa membuka situs-situs populer dan chatting, hanya menghabiskan 3 – 5 MB per jam. Boleh disimpulkan, berlangganan SPEEDY PERSONAL jauh lebih VALUABLE ketimbang SPEEDY TIME-BASED.
Pertanyaannya, kenapa Telkom meluncurkan Speedy Time-based, sementara SpeedyPersonal sudah bisa memenuhi kebutuhan konsumen ?
Hayyooo, siapa yang bisa jawab ?

son..kalo menurut rika nih..itu lebih ke strategi ekonominya TELKOM yg memanfaatkan keawaman sebagian besar pengguna internet akan bandwith2 an *saya salah satu contohnya hehehe*…
yg kelas..secar psikologisnya..bagi orang awam tentu 50 jam dalam sebulan udah cukup banyak..sementara 1 gigabyte bagi pengguna awam..mereka pasti mikir2..”kira2 berapa jam kah itu??”..ato..cukup ga ya tuh??
jadi intinya menurut rika sih..kalo pake jam gitu past aja kesannya..sementara yg pake kuota sedikit ga pasti…
nah TELKOM berpeluang mengambil keuntungan disanakan??
nah jadi thx ya son!!postingan ini bisa bermanfaat bagi pengguna intenet rumahan yg masih awam..
Sepertinya yang aneh tu ya anda sendiri, yang merasa aneh karena hanya menarik kesimpulan dari asumsi anda sendiri yang hanya terdiri dari satu skenario. Bagaimana dengan orang lain yang punya kebiasaan download rutin file-file ukuran besar. Contohnya saya. Setiap rilis distro Linux favorit saya (ada beberapa macam), pasti segera download. Ukuran file iso-nya bervariasi, antara 400MB-700MB. Padahal, Paket Personal jatahnya hanya 1GB dengan biaya overnya Rp 500/MB, Paket Time Based Rp 25/menit.
320 kbps x 60 detik = 19200kbit = 2400KB = 2,3 MB
320 kbps adalah asumsi kecepatan download.
Hanya dengan biaya Rp 25 bisa mendownload 2,3 MB, itu keuntungannya
Tapi belum tentu paket time based lebih menguntungkan dari paket personal, tergantung dari pola pemakaiannya.
Yup, perbedaan asumsi bisa mengakibatkan perbedaan hasil. Itu lumrah. Dan saya tidak yakin dengan asumsi 320kbps. Dan skenario mendownload 2,3MB /menit tidak selalu mulus. Bisa jadi server-nya overrequest, traffic jam & queue
Nah, kalo tukang download sekaliber anda gak cocok langganan SpeedyPersonal apalagi SpeedyTime-based. Daripada download distro linux mendingan beli infolinux. kadang kan ada distro dalam dvd nya tuh..
Thx 4 ur comment